Bogoharjo, 10 Agustus — Dalam rangka meningkatkan kemampuan, kreativitas, serta pelestarian budaya dan bahasa Jawa di tengah masyarakat, Desa Bogoharjo turut berpartisipasi dalam kegiatan lomba pambiwara yang diselenggarakan oleh PPHBN Kecamatan Ngadirojo di Eks Kawedanan Lorok pada hari minggu tanggal 10 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi salah satu momentum penting bagi masyarakat untuk menunjukkan kemampuan dalam seni berbicara, tata krama, serta penggunaan bahasa Jawa yang baik dan sesuai dengan unggah-ungguh. Lomba Pambiwara merupakan kegiatan yang tidak hanya mengedepankan kemampuan berbicara di depan umum, tetapi juga menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya Jawa. Seorang pambiwara atau pembawa acara dalam upacara pengantin jawa dituntut memiliki kemampuan komunikasi yang baik, penguasaan tata bahasa dan unggah-ungguh, intonasi yang tepat, serta sikap yang santun. Oleh karena itu, kegiatan seperti ini memiliki nilai penting dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan budaya daerah.
Pada kesempatan tersebut, Desa Bogoharjo mengirimkan perwakilan untuk mengikuti perlombaan yaitu Faizah Yumna Yonitasari. Perwakilan Desa Bogoharjo tampil dengan anggun dan penuh percaya diri mengenakan busana adat Jawa yang mencerminkan identitas dan keanggunan budaya lokal. Busana tradisional yang dikenakan semakin memperkuat suasana kegiatan dan menunjukkan bahwa seni pambiwara memiliki keterkaitan erat dengan nilai-nilai budaya Jawa. Persiapan untuk mengikuti lomba tentu bukanlah hal yang sederhana. Seorang peserta pambiwara harus mempersiapkan berbagai aspek, mulai dari materi pembawaan acara, pengucapan bahasa Jawa, intonasi suara, ekspresi, gestur, hingga kemampuan mengatur suasana ketika berada di hadapan para tamu dan penonton. Latihan yang dilakukan secara sungguh-sungguh menjadi salah satu kunci agar peserta mampu tampil secara maksimal saat perlombaan berlangsung.
Keikutsertaan Desa Bogoharjo dalam lomba tersebut juga menunjukkan adanya dukungan terhadap pengembangan potensi masyarakat, khususnya dalam bidang seni, budaya, dan keterampilan berbicara di depan umum. Kemampuan menjadi pambiwara bukan hanya bermanfaat dalam perlombaan, tetapi juga dapat diterapkan dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan, seperti acara adat, pertemuan warga, kegiatan pemerintahan desa, hajatan, maupun berbagai kegiatan resmi lainnya. Suasana perlombaan di Eks Kawedanan Lorok berlangsung meriah. Para peserta dari berbagai desa hadir dengan membawa kemampuan terbaik masing-masing. Setiap peserta berusaha menampilkan karakter pambiwara yang santun, luwes, dan komunikatif. Keberagaman gaya pembawaan tersebut menjadikan kegiatan semakin menarik sekaligus memberikan kesempatan bagi peserta untuk saling belajar dan bertukar pengalaman.
Penampilan perwakilan Desa Bogoharjo mendapat perhatian dalam kegiatan tersebut. Dengan mengenakan busana Jawa dan membawa karakter pembawa acara yang santun, peserta berusaha memberikan penampilan terbaik sekaligus membawa nama Desa Bogoharjo dalam ajang pelestarian budaya tersebut. Keikutsertaan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Desa Bogoharjo.
Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa budaya lokal dapat terus dikembangkan melalui kegiatan yang kreatif dan positif. Pemerintah Desa Bogoharjo berharap dapat terus memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan bakat dan kemampuan di bidang seni dan budaya.
Dengan adanya kegiatan semacam ini, diharapkan semakin banyak generasi muda yang tertarik mempelajari bahasa dan seni budaya Jawa. Pambiwara tidak sekadar menjadi pembawa acara, tetapi juga menjadi salah satu penjaga tradisi komunikasi yang sarat dengan nilai kesopanan, penghormatan, dan tata krama. Bagi Desa Bogoharjo, pengalaman mengikuti Lomba Pambiwara di Eks Kawedanan Lorok dapat menjadi langkah positif untuk terus berpartisipasi dalam kegiatan pelestarian budaya. Semangat, keberanian, dan dedikasi yang ditunjukkan oleh perwakilan desa patut diapresiasi. Semoga ke depan Desa Bogoharjo semakin aktif dalam berbagai kegiatan seni dan budaya serta mampu melahirkan lebih banyak generasi yang mencintai dan melestarikan warisan budaya Jawa. Melalui Lomba Pambiwara, Desa Bogoharjo menunjukkan bahwa budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan bagian dari identitas yang harus terus dijaga, dipelajari, dan diwariskan kepada generasi mendatang.