Bogoharjo, Ngadirojo – Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan bagi seluruh masyarakat, termasuk bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Salah satu langkah nyata yang saat ini tengah menjadi perhatian adalah hadirnya program Sekolah Rakyat di Kabupaten Pacitan. Program ini mulai diperkenalkan dan dipromosikan kepada masyarakat desa, termasuk di Desa Bogoharjo, sebagai upaya membuka akses pendidikan yang lebih luas, merata, dan berkualitas.
Kegiatan sosialisasi Sekolah Rakyat Pacitan di Desa Bogoharjo disambut antusias oleh masyarakat. Acara ini di laksanakan oleh pemerintah desa Bogoharjo tanggal 19 Mei 2026 di balai desa Bogoharjo. Adapun kegiatan ini juga menjadi sarana penting untuk memberikan pemahaman kepada warga mengenai tujuan, manfaat, hingga mekanisme penerimaan peserta didik. Kehadiran Sekolah Rrakyat diharapkan mampu menjadi solusi pendidikan bagi anak-anak yang memiliki keterbatasan ekonomi namun tetap memiliki semangat belajar yang tinggi.
Dalam sosialisasi ini juga dijelaskan oleh pendamping PKH, Bapak Lulus Adi, bahwa Sekolah Rakyat Pacitan melayani jenjang pendidikan SD,SMP dan SMA dengan konsep sekolah asrama. Semua fasilitas disediakan oleh pihak sekolah dari mulai peralatan sekolah hingga kebutuhan siswa sehari-hari. Sekolah juga menyediakan wali kelas dan wali asrama untuk menjaga dan mengawasi kegiatan siswa sehari-hari. Disekolah juga dilengkapi cctv sehingga siswa terhindar dari tindakan pembullyan. Siswa juga dididik memiliki karakter lebih baik dengan menanamkan kedisiplinan, menjaga rutinitas beragama dengan baik, tetap memberikan kebebasan mereka menjalankan hobinya masing-masing. Pak Lulus Adi juga menjelaskan syarat masuk Sekolah Rakyat antara lain calon siswa berasal dari keluarga desil 1 dan desil 2 (termasuk golongan masyarakat miskin dan miskin ekstrem), sehingga calon siswa biasanya disurvey terlebih dahulu oleh pendamping PKH terkait kondisi ekonominya sehingga bisa dikategorikan layak atau tidak menjadi siswa Sekolah Rakyat.
Selain penjelasan dari pendamping PKH, juga terdapat penjelasan dari Bu Tutik, warga desa Wonodadi Kulon yang menjadi salah satu wali murid siswa Sekolah Rakyat. Beliau juga membenarkan jika anaknya mendapat fasilitas gratis oleh sekolah dan pemerintah, bahkan ketika anaknya sakit dan dibawa ke rumah sakit pihaknya tidak mengeluarkan biaya sepeser pun karena segala pengobatan ditanggung pihak sekolah. Semenjak anaknya masuk ke Sekolah Rakyat banyak perubahan yang disadari beliau dari sang anak, salah satunya anaknya menjadi disiplin, menghargai orang lain dan lebih taat beragama. Perubahan tersebut sangatlah besar daripada keadaan sang anak sebelumnya. Semenjak anaknya masuk ke Sekolah Rakyat, ekonomi beliau sedikit menjadi lebih baik dan mulai bisa menabung.
Warga Desa Bogoharjo meyambut baik adanya program ini. Banyak orang tua juga ingin mendaftar di ajaran tahun baru ini ke pendamping desa setelah mendengar penjelasan dari kedua pihak tadi. Melalui sosialisasi ini, pemerintah desa Bogoharjo berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pendidikan sebagai jalan menuju perubahan kehidupan yang lebih baik. Sekolah Rakyat diharapkan dapat menjadi jembatan bagi generasi muda untuk memperolahh kesempatan yang sama dalam meraih masa depan cerah. Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap pendidikan menjadi kunci utama dalam mewujudkan cita-cita bersama demi kemajuan anak-anak bangsa.